Osteichthyes (Ikan)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

A.    Tujuan
Menjelaskan konsep Osteichthyes.

B.     Dasar Teori
Osteichthyes atau ikan bertulang sejati, terdiri atas kurang lebih 25000 spesies dan merupakan vertebrata yang paling sukses, dan yang berkembang menjadi vertebrata darat atau tetrapoda. Mereka muncul pada periode Silur, diduga sebagai ikan air tawar dan ikan laut.
Ikan bertulang sejati berbeda dengan ikan bertulang rawan dalam berbagai hal. Salah satu perbedaannya ialah pada perkembangan paru-paru dan gelembung renang sebagai suatu divertikulum dari usus bagian depan. Gelembung renang merupakan alat hidrostatik, sedangkan paru-paru merupakan ciri khas dari tiga subclass ikan bertulang sejati yaitu Crossoptreygii dan Brachyopterygii. Crossoptreygii di dalamnya termasuk Rhipidistia yang sekarang telah musnah yang diduga merupakan leluhur dari tetrapoda, dan ikan paru-paru sekarang. Pada subkelas ketiga yaitu Actinopterygii divertikulum dari usus depan berkembang menjadi gelembung renang yang mempunyai fungsi sebagai alat hidrosttik.
Kelas Osteichthyes (Ikan Bertulang Sejati) memiliki ciri-ciri :
1.      Kulit ditutupi dengan sisik dermal yang pipih atau plat tulang, tapi kadang-kadang tidak bersisik.
2.      Rahang merupakan struktur yang kompleks dibangun oleh sejumlah tulang sejati terutama tulang dermal (unsur tulang rawan yang direduksi).
3.      Pada umumnya rangka terdiri atas tulang sejati, tapi tulang rawan terdapat pada beberapa golongan (Coelacanthiformes dan Acipenseridae).
4.      Ruang insang ditutupi dengan tiga tulang dermal yang besar disebut operculum. Tiap lengkung insang berfilamen (septum direduksi dan tidak melebihi panjang filamen).
5.      Paru-paru atau gelembung renang berkembang sebagai penonjolan keluar dari saluran pencernaan makanan.
Winatasasmita, Djamhur. 1988.  Sistematika Vertebrata Pisces. Bandung : Biologi FPMIPA IKIP
Beberapa jenis hewan yang hidup di dalam air sering disebut dengan “fishes” , Ilmu yang mempelajari tentang hewan tersebut disebut Ichthyolog. Sering juga diberi nama Pisces (bhs. Latin). Kelas penting pada hewan yang hidup di air adalah kelas Agnatha (Lampreys dan Hagfishes), kelas Chondricthyes dan Kelas Osteichthyes.
Adapun karakteristik pada ikan yaitu diantaranya :
1.        Bentuk tubuh panjang dan silindris pada daerah ekor.
2.        Daerah mulut terdapat pada ventro-anterior.
3.        Terdapat 2 ginjal dengan saluran yang berhubungan dengan saluran          urogenital.
4.        Otak berdiferensiasi dengan 10 pasang syaraf cranial.
5.        Temperatur tubuh bersifat poikilothermis.
6.        Gonad tunggal, besar, dan tanpa saluran. Sedangkan fertilisasi berlangsung secara eksternal.
7.        Terdapat insang yang merupakan susunan dari tulang kartilago.
Annonym (2011). Ikan Mas. From http://biofapet.wordpress.com,  05 Desember 2011

Diantara semua kelas vertebrata, ikan bertulang keras (Kelas Osteichthyes) adalah yang paling banyak jumlahnya, baik dalam hal jumlah individu maupun dalam jumlah spesies (sekitar 30.000). berukuran antara 1 cm dan lebih dari 6m, ikan bertulang keras sangat melimpah di laut dan hampir setiap habitat air tawar.
Hampir semua ikan bertulang keras memiliki endoskeleton dengan matriks kalsium fosfat yang keras. Kulitnya seringkali tertutupi dengan sisik pipih bertulang yang berbeda strukturnya dari sisik berbebtuk gigi pada hiu. Kelenjar pada kulit ikan bertulang keras, menekresikan mukus yang memberikn hewan itu kulit licin yang khas, suatu adaptasi yang mengurangi gesekan selama berenang sama dengan hiu, ikan bertulang memiliki sistem gurat sisi yang tampak jelas sekali sebagai barisan saluran kecil pada kulit disetiap sisi tubuh.
Ikan bertulang keras bernafas melewatkan air melalui empat atau lima pasang insang Air disedot ke dalam mulut, melalui faring, dan keluar diantara celah insang karena pergerakan operkulum dan kontraksi otot yang mengelilingi ruang insang tersebut. yang terletak di dalam ruangan-ruangan yang tertutup oleh suatu penutup pelindung yang disebut operkulum. Proses ini memungkinkan seekor ikan bertulang untuk bernafas saat diam atau tidur. Adaptasi lain dari sebagian besar ikan bertulang keras yang tidak ditemukan pada hiu adalah gelembung renang suatu kantung udara yang membantu mengontrol  pengambangan ikan tersebut. Perpindahan gas-gas antara kantung renang dan darah mengubah volume kantong itu dan menyesuaikan kerapatan ikan. Akibatnya, banyak ikan bertulang keras, berlawanan dengan sebagian besar hiu, dapat menghemat energi dengan cara tidak bergerak.
Ikan bertulang keras umumnya adalah perenang yang dapat mengontrol arah, siripnya yang lentur lebih sesuai untuk pengendalian dan pendorongan dibandingkan dengan sirip hiu yang lebih kaku. Ikan bertulang keras yang paling cepat, yang dapat berenang dalam jarak pendek dengan kecepatan mencapai 80 km/jam, memiliki bentuk badan dasar yang sama dengan hiu. Ternyata, bentuk tubuh ini yang disebut fusiform (yang meruncing pada kedua ujung), sangat umum ditemukan pada semua ikan perenang cepat dan mamailia air seperti anjing laut dan paus. Air kurang lebih ribuan kali lebih rapat dibandingkan dengan udara dan dengan demikian tonjolan sedikit saja yang menyebabkan gesekan akan lebih mengganggu pada ikan dibandingkan pada burung. Terlepas dari asal usul mereka yang berbeda, kita seharusnya memperkirakan bahwa ikan perenang cepat da mamalia laut memiliki bentuk yang langsing karena hukum hidrodinamika bersifat universal. Inilah contoh lain evolusi kovergen.
Rincian mengenai reproduksi ikan bertulang keras sangat bervariasi. Sebagian besar spesies adalah hewan ovivar, yang bereproduksi dengan fertilisasi eksternal setelah betina melepaskan sejumlah besar telur kecil. Namun demikian, fertilisasi internal dan kelahiran merupakan karakteristik spesies yang lain.
Baik ikan bertulang rawan maupun ikan bertulang keras menjadi sangat beranekaragam selama masa Devon dan Karboniferus, tetapi jika hiu pertama kali muncul dilaut, ikan bertulang keras muncul pertama kali di air tawar. Gelembung renang telah termodifikasi dari paru-paru sederhana yang telah membantu memperbesar pertukaran gas pada insang, mungkin di dalam kolam atau rawa yang tenang dengan kandungan oksigen yang rendah. Kedua kelompok utama (subclass) ikan bertulang keras yang ada saat ini telah memisah di akhir masa Devon.

 
Gb. Ikan bertulang keras
Champbell dkk. 2002. Biologi. Jakarta : Erlangga
C.    Alat dan bahan
1.      Ikan Mas dan Tawes
2.      Buku gambar
3.      Potlot (2B dan HB)
4.      Lup dan mikroskop
5.      Satu set alat bedah (termasuk bak bedah dan jarum pentul)
6.      Kapas
7.      Sarung tangan

D.     Cara Kerja
1.      Letakkan ikan dialat bedah
2.      Gambar habitusnya dan beri nama daerah
3.      Amati kulit (integumen) nya, lalu raba dan deskripsikan dengan kata-kata. Perhatikan ada sisik (squama) atau tidak. Catat jika ada, sisiknya ambil beberapa sampelnya yang besar, gambarkan dan beri keterangan gambarnya. Gunakan hp dan atau mikroskop termasuk jenis sisik apa.
4.      Amati hidung  dan lihat dalam mulut adakah saluran hidung atau tidak.
5.      Amati  mulut bagian dalam dan raba terdapat gigi atau tidak
6.      Amati rahangnya. Raba ujung mulut (rostum) bagian dorsalnya dan beri keterangan gambar. Jika bagian ventral tentukan ada berapa jenis rahang dan tentukan nama rahang dan tulangnya. Termasuk tulang rawan atau tulang sejati.
7.      Amati tutup insang (operkulum), dan beri keteragan gambar
8.      Potong Tutup insang, dan amati ada berapa buah insang yang terdapat pada ikan tersebut.
9.      Amati keseluruhan  dari sirip
10.  Daging ikan di gunting dari bagian anal kebagian pelvik kemudian gunting kebagian dorsal, lipat ke arah luar dan di jepit menggunakan jarum pentul.
a.       Amati ada gelembung renang ada atau tidak, jika ada periksa berapa buah gelembung renang tersebut, jelaskan saluran yang menghubungkan gelembung renang tersebut, kemudian hitung jumlahnya lalu gambarkan.
b.      Amati usus terbesar, keluarkan fesesnya lalu potong secara lateral amati dengan mikroskop lalu tentukan ada atau tidaknya katup pada usus tersebut kemudian gambarkan.

E.    Hasil Pengamatan

1.      Ikan Mas
a.    Kulit ikan berlendir terlindungi oleh sisik stenoid yang berwarna abu tua di sebelah atas dekat sirip punggung dan abu muda disebelah bawah dekat sirip dada. Kulit tersebut memiliki tekstur halus dan tipis seperti selaput, berwarna abu-abu tua yang menyerupai warna sisiknya.
a.      Ikan mas memiliki lubang hidung eksternal dan internal yang salurannya terhubung.
a.   Memiliki rahang yang terdiri dari 1 tulang rahang atas dan 1 tulang rahang bawah yang bertulang sejati. Ujung mulut (rostum) halus karena tidak terdapat gigi.
a.       Memiliki sepasang tutup insang (operculum)di bagian kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari 4 keping yaitu 1 keping tutup insang dekat mata, 1 keping tutup insang atas, 1 keping tutup insang bawah dan 1 keping tulang tambahan tutup insang yang terdiri dari 3 buah tulang tambahan.
a.       Memiliki Insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang yang terdiri dari 4 pasang filamen insang yang sama tinggi, sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya, 2 buah pembuluh eferen, dan lengkung insang.
a.       Memiliki sirip yang terdiri dari sirip punggung dengan satu berjari keras dan 18 jari sirip lainnya berjari lemah, sirip ekor berjari lemah, sirip dada berpasangan yang berlobus pada pangkal, berjari lemah berjumlah 11 jari, sirip perut berpasangan tanpa lobus, berjari lemah berjumlah 8 jari dan sirip anal bertulang lemah.
a.       Ikan mas memiliki 2 buah gelembung renang yang berhubunganan berasal dari usus.

2.      Ikan Tawes
 
a.       Kulit ikan berlendir terlindungi oleh sisik sikloid yang berwarna abu tua di sebelah atas dekat sirip punggung dan abu muda disebelah bawah dekat sirip dada. Kulit tersebut memiliki tekstur halus dan tipis seperti selaput, berwarna abu-abu tua yang menyerupai warna sisiknya.
b.      Ikan tawes memiliki lubang hidung eksternal dan internal yang salurannya terhubung.
c.       Memiliki rahang yang terdiri dari 1 tulang rahang atas dan 1 tulang rahang bawah yang bertulang sejati. Ujung mulut (rostum) halus karena tidak terdapat gigi.
a.       Memiliki sepasang tutup insang (operculum)di bagian kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari 4 keping yaitu 1 keping tutup insang dekat mata, 3 keping tutup insang bawah.
a.       Memiliki Insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang yang terdiri dari 4 pasang filamen insang yang sama tinggi, sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya, 1 buah pembuluh eferen, 1 buah pembuluh aferen dan lengkung insang.
a.       Memiliki sirip yang terdiri dari sirip punggung dengan satu berjari keras dan 8 jari sirip lainnya berjari lemah, sirip ekor berjari lemah, sirip dada berpasangan yang berlobus pada pangkal, berjari lemah berjumlah 12 jari, sirip perut berpasangan tanpa lobus, berjari lemah berjumlah 8 jari dan sirip anal bertulang lemah berjumlah 7 jari.
a.       Ikan tawes memiliki 2 buah gelembung renang yang berhubunganan berasal dari usus.

3.      Ikan Mujaer
a.       Kulit ikan berlendir terlindungi oleh sisik sikloid yang berwarna abu tua di sebelah atas dekat sirip punggung dan abu muda disebelah bawah dekat sirip dada. Kulit tersebut memiliki tekstur halus dan tipis seperti selaput berwarna abu-abu tua yang menyerupai warna sisiknya.
b.      Mujaer memiliki lubang hidung eksternal yang salurannya tidak menembus rahang atas.
c.       Memiliki rahang yang terdiri dari 1 tulang rahang atas dan 1 rahang bawah yang bertulang sejati. Ujung mulut (rostum) kasar bergerigi karena terdapat gigi yang keras di bagian ujung mulutnya.
d.      Memiliki sepasang tutup insang (operculum)di bagian kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari 4 keping yaitu 1 keping tutup insang dekat mata, 1 keping tutup insang atas, 1 keping tutup insang bawah dan 1 keping tulang tambahan tutup insang yang terdiri dari 3 buah tulang tambahan.
e.       Memiliki Insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang yang terdiri dari 2 buah filamen insang yang sama tinggi, sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya, 2 buah pembuluh eferen, dan lengkung insang.
f.       Memiliki sirip yang terdiri dari sirip punggung berjari keras dan tajam berjumlah 29 jari, sirip ekor berjari lemah berjumlah 17 jari, sirip dada berpasangan yang berlobus pada pangkal, berjari lemah berjumlah 11 jari, sirip perut berpasangan tanpa lobus berjari lemah berjumlah 6jari dan sirip anal bertulang keras berjumlah 12 jari.
g.      -Mujaer tidak memiliki gelembung renang
- usus tidak berkatup

4.      Ikan Gurame
a.       Kulit ikan berlendir terlindungi oleh sisik sikloid yang berwarna putih tulang Kulit tersebut memiliki tekstur halus dan tipis seperti selaput berwarna putih tulang yang menyerupai warna sisiknya.
b.       Gurame memiliki lubang hidung eksternal yang salurannya tidak menembus rahang atas.
c.       Memiliki rahang yang terdiri dari 2 tulang rahang atas, 1 tulang antara, 1 rahang bawah, 2 buah tulang langit-langit, 1 tulang mata bajak dengan jenis tulang sejati. Ujung mulut (rostum) kasar bergerigi karena terdapat gigi yang keras di bagian ujung mulutnya.
d.       Memiliki sepasang tutup insang (operculum)di bagian kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari 3 keping yaitu 1 keping tutup insang depan, 1 keping tutup insang bawah, dan 1 keping tulang tambahan tutup insang yang terdiri dari 5 buah tulang tambahan.
e.       Memiliki Insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang yang terdiri dari 2 buah filamen insang yang sama tinggi, sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya, 2 buah pembuluh eferen, dan lengkung insang.
f.       Memiliki sirip yang terdiri dari sirip punggung berjumlah 20 yang teridiri dari sirip punggung pertama berjari keras berjumlah 5 jari dan sisanya sirip punggung berjarri lemah, sirip ekor berjari lemah, sirip dada berpasangan yang berlobus pada pangkal, berjari lemah, sirip perut berpasangan tanpa lobus berjari lemah, sirip anal yang terdiri dari tulang keras dan tulang lemah.
g.       -Gurame tidak memiliki gelembung renang
-usus tidak berkatup

5.        Ikan Lele

Ikan lele adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar, dengan tubuhnya agak pipih memanjang, memiliki kumis, serta kepala yang keras bertulang sejati. Pemukaan tubuhnya licin, berlendir dan tidak memiliki sisik. Kulitnya tipis berwarna hitam dengan bercak-bercak putih, pada bagian inferior berwarna putih. Pada sisi kiri dan kanan terdapat gurat sisi.
Lubang hidung yang depan merupakan tabung pendek berada dibelakang bibir atas, lubang hidung sebelah belakang merupakan celah yang kurang lebih bundar. Lubang hidung ini merupakan lubang hidung eksternal, karena tidak tembus ke rahang atas.
Memiliki tulang rahang atas dan tulang rahang bawah, yang bertulang sejati. Ujung mulutnya (rostum) kasar bergerigi, karena terdapat gigi, bentuk susunan giginya melengkung dan menempel pada rahang. Ikan lele ini memiliki sepasang tutup insang yang menyatu dengan mandibula.
Sirip ikan lele merupakan tulang lemah. Sirip ekor panjang membulat, tidak bergabung dengan sirip punggung maupun sirip anal. Sirip punggung memanjang sepanjang badannya. Sirip anal menanjang dari bawah ekor sampai ke dekat anal. Sirip dada dilengkapi dengan duri tajam (patil) yang beracun, selain itu juga pada sirip dada terdapat lobus.
Memiliki insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang, yang terdiri dari 4 buah daun insang, sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya. Pada ikan lele tidak memiliki gelembung renang dan pada usus tidak terdapat katup.

6.        Ikan Nilem
Kulit ikan berlendir terlindungi oleh sisik stenoid yang berwarna hitam keabu- abuan di sebelah atas dekat sirip punggung, berwarna bening dan agak kemerahan disebelah bawah dekat sirip dada dan sirip perut. Kulit tersebut memiliki tekstur halus dan tipis seperti selaput, berwarna hitam keabuan  yang menyerupai warna sisiknya.
Ikan nilem  memiliki lubang hidung eksternal yang salurannya tidak menembus rahang atas. Memiliki rahang yang terdiri dari 1 tulang rahang atas dan 1 tulang rahang bawah yang bertulang sejati. Ujung mulut (rostum) halus karena tidak terdapat gigi. Memiliki sepasang tutup insang (operculum) di bagian kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari 3 keping yaitu 1 keping tutup insang dekat mata, 1 keping tutup insang atas, 1 keping tutup insang bawah.
Memiliki insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang, yang terdiri dari 3 buah filament daun insang, sisir insang, septum yang lebih pendek dari filamennya. 2 buah pembuluh (aferen dan aferen).
Memiliki sirip yang terdiri dari sirip punggung berjari lemah berjumlah 16, sirip ekor berjari lemah berjumlah 19, sirip dada berpasangan yang berlobus pada pangkal berjari lemah, sirip perut berpasangan tanpa lobus berjari lemah, dan sirip anal berjari lemah. Ikan nilem memiliki 2 buah gelembung renang yang berhubunganan berasal dari usus.

F.    Pembahasan
Ikan Mas dan Ikan Tawes
Ciri-ciri ikan mas dan ikan tawes  berdasar penelitian, membandingkan dengan dasar teori dari 3 sumber yang di dapat yaitu:
a.      Kulit ikan berlendir terlindungi oleh sisik dermal sikloid, ternyata sesuai dengan ciri yang dijabarkan dalam landasan teori. (Kulit ditutupi dengan sisik dermal yang pipih atau plat tulang, tapi kadang-kadang tidak bersisik. Sistematika Vertebrata Pisces, 1988 ).
b.      Ikan mas dan ikan tawes memiliki lubang hidung eksternal dan internal yang salurannya tidak terhubung. Tidak dapat dibandingkan karena tidak menemukan sumber yang dijadikan landasan teori.
c.       Memiliki rahang yang dibangun oleh sejumlah tulang sejati. Hal ini sesuai dengan ciri yang dijabarkan dalam landasan teori. (Rahang merupakan struktur yang kompleks dibangun oleh sejumlah tulang sejati. Sistematika Vertebrata Pisces, 1988 ).
d.      Memiliki sepasang tutup insang (operculum) di bagian kiri dan kanan yang masing-masing terdiri dari 4 keping. Tidak dapat dibandingkan karena tidak menemukan sumber yang dijadikan landasan teori.
e.       Memiliki insang yang terdiri dari daun insang dan lengkung insang yang terdiri dari 4 pasang filamen insang. Hal ini sesuai dengan ciri yang dijabarkan dalam landasan teori. (Tiap lengkung insang berfilamen. Sistematika Vertebrata Pisces, 1988 ). (Ikan bertulang keras bernafas melewatkan air melalui empat atau lima pasang insang.
f.       Memiliki sirip yang terdiri dari sirip punggung yang berjari keras dan lunak, sirip ekor berjari lemah, sirip dada berpasangan yang berlobus pada pangkal dengan berjari-jari lemah, sirip perut berpasangan tanpa lobus dengan berjari-jari lemah dan sirip anal yang bertulang lemah. Ada sedikit perbedaan dengan gambar yang ada pada salah satu buku sumber yang memperlihatkan bahwa ikan bertulang keras memiliki sirip punggung, sirip ekor, sirip perut, serta sirip anal tanpa sirip dada dan sirip adiposa pada karakteristik ikan trout. (Champbell dkk. 2002. Biologi.)
a.       Ikan mas dan ikan tawes memiliki 2 buah gelembung renang yang berhubunganan berasal dari usus. Hal ini sesuai dengan ciri yang dijabarkan dalam landasan teori. (Paru-paru atau gelembung renang berkembang sebagai penonjolan keluar dari saluran pencernaan makanan. Sistematika Vertebrata Pisces, 1988 ).

G.    Kesimpulan
Osteichthyes merupakan ikan yang memiliki tulang sejati,
Ciri mutlak yang ada pada osteichthyes :
a.       Osteichtyes hidup di perairan yaitu air tawar dan air laut
b.      Memiliki tulang rusuk yang berfungsi untuk melindungi organ dalam tubuh ikan
c.       Rangka pada osteichtyes tersusun atas tulang sejati, namun terdapat tulang rawan diantara tulang sejati sebagai bantalan
d.      Osteichtyes memiliki sirip.
e.       Memiliki rangka aksial.
Ciri Variabel pada osteichtyes :
a.       Sirip
Ikan yang memiliki sirip punggung, sirip anal, sirip dada, sirip perut, sirip ekor yaitu diantaranya ikan (nilem, gurame, mujaer, mas, dan tawes). Sedangkan ikan yang tidak memiliki sirip perut yaitu ikan lele.
b.      Bentuk tubuhnya adalah torpedo, pipih, atau gepeng.
c.       Gelembung udara
Ikan yang memiliki gelembung udara misalnya pada ikan mas, tawes, dan nilem. Sedangkan yang tidak memiliki gelembung udara, seperti pada ikan gurame, mujair dan lele.
d.      Sisik
Memiliki beberapa jenis sisik yang berbeda yaitu :
Sikloid, contohnya  pada tawes, gurame, dan mujaer.
Stenoid, contohnya pada ikan nilem dan ikan mas.
Ika yang tidak memiliki sisik misalnya pada ikan lele.
e.       Lubang hidung
Lubang hidung Eksternal contohnya pada ikan lele, mujaer, nilem dan gurame.
Lubang hidung Eksternal dan Internal contohnya pada ikan mas dan tawes.
f.       Gigi
Dari hasil pengamatan, Ikan yang memiliki gigi yaitu ikan  lele, gurame, dan mujaer. Sedangkan ikan yang tidak memiliki gigi yaitu ikan tawes, nilem, dan ikan mas.

0 komentar:

Posting Komentar